The Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) mendefinisikan kualitas sebagai “the degree to which a system, component or process meets customer or user needs or expectations” (IEEE90). Definisi dari IEEE digunakan dalam konteks suatu sistem perangkat lunak secara rinci. kualitas adalah suatu atribut dari sistem yang berjalan yang sangat erat kaitannya dengan resiko. Semakin tinggi resiko yang didapatkan dan kemudian dikuranginya maka akan tinggi kualitas yang dihasilkannya. Dengan cara yang sama, lebih cepat resiko dikenali dan dikurangi, akan lebih tinggi pula kualitasnya. Hasil dari sebuah aktivitas yang terencana, bukan kejadian yang spontan berbanding terbalik dengan delivery date 85% kesalahan ada pada proses,15% pada pada SDM.
Menurut definisi dalam Steve McConnell’s Code Complete membagi perangkat lunak ke dalam dua hal yaitu: : internal dan external quality characteristics. Karakteristik kualitas eksternal merupakan bagian-bagian dari suatu produk yang berhubungan dengan para pemakainya, sedangkan karakteristik kualitas internal tidak secara langsung berhubungan dengan pemakai. Software Quality didefinisikan sebagai: kesesuaian yang diharapkan pada semua software yang dibangun dalam hal fungsi software yang diutamakan dan unjuk kerja software, standar pembangunan software yang terdokumentasi dan karakteristik yang ditunjukkan oleh software. Definisi ini menekankan pada 3 hal yaitu:
Menurut definisi dalam Steve McConnell’s Code Complete membagi perangkat lunak ke dalam dua hal yaitu: : internal dan external quality characteristics. Karakteristik kualitas eksternal merupakan bagian-bagian dari suatu produk yang berhubungan dengan para pemakainya, sedangkan karakteristik kualitas internal tidak secara langsung berhubungan dengan pemakai. Software Quality didefinisikan sebagai: kesesuaian yang diharapkan pada semua software yang dibangun dalam hal fungsi software yang diutamakan dan unjuk kerja software, standar pembangunan software yang terdokumentasi dan karakteristik yang ditunjukkan oleh software. Definisi ini menekankan pada 3 hal yaitu:
- Kebutuhan software adalah fondasi ukuran kualitas software, jika software Tidak sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan maka kualitaspun kurang
- Jika menggunakan suatu standar untuk pembangunan software maka jikansoftware tidak memenuhi standar tersebut maka dianggap kurang berkualitas
- Seringkali ada kualitas yang secara langsung diutarakan (tersirat) seperti kemudahan penggunaan dan pemeliharaan yang baik. Kualitas software dipertanyakan jika tidak memenuhi kebutuhan ini.
Menurut Roger Pressman dalam bukunya Rekayasa Perangkat Lunak “Kualitas
software / perangkat lunak didefinisikan sebagai konfirmasi terhadap kebutuhan fungsional
dan kinerja yang dinyatakan secara eksplisit, standar perkembangan yang
didokumentasikan secara eksplisit dan karakteristik implisit yang diharapkan bagi semua
perangkat lunak yang dikembangkan secara profesional.”
Model Faktor Kualitas Perangkat Lunak
Beberapa model faktor kualitas perangkat lunak dan kategorisasinya sudah
diusulkan selama bertahun - tahun. Modelklasik dari faktor kualitas perangkat lunak dikemukakan oleh McCall yang terdiri dari 11 faktor [McCall et al, 1977]. Model berikutnya dikemukakan oleh Deutsch dan Willis (1988) terdiri dari 12 sampai 15 faktor dan oleh Evans dan Marciniak (1987). Alternatif model tidak berbeda jauh dari model McCall. Perbedaannya terletak pada penambahan sudut pandang yang dirasa belum dinilai pada model McCall. Pembahasan ini akan terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu:
1. Model faktor McCall
Model faktor McCall mengklasifikasikan semua kebutuhan perangkat lunak ke dalam 11 faktor kualitas. Kesebelas factor tersebut dibagi menjadi tiga kategori sebagai berikut:
software / perangkat lunak didefinisikan sebagai konfirmasi terhadap kebutuhan fungsional
dan kinerja yang dinyatakan secara eksplisit, standar perkembangan yang
didokumentasikan secara eksplisit dan karakteristik implisit yang diharapkan bagi semua
perangkat lunak yang dikembangkan secara profesional.”
Model Faktor Kualitas Perangkat Lunak
Beberapa model faktor kualitas perangkat lunak dan kategorisasinya sudah
diusulkan selama bertahun - tahun. Modelklasik dari faktor kualitas perangkat lunak dikemukakan oleh McCall yang terdiri dari 11 faktor [McCall et al, 1977]. Model berikutnya dikemukakan oleh Deutsch dan Willis (1988) terdiri dari 12 sampai 15 faktor dan oleh Evans dan Marciniak (1987). Alternatif model tidak berbeda jauh dari model McCall. Perbedaannya terletak pada penambahan sudut pandang yang dirasa belum dinilai pada model McCall. Pembahasan ini akan terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu:
1. Model faktor McCall
Model faktor McCall mengklasifikasikan semua kebutuhan perangkat lunak ke dalam 11 faktor kualitas. Kesebelas factor tersebut dibagi menjadi tiga kategori sebagai berikut:
- Faktor operasi produk
- Faktor revisi produk
- Faktor transisi produk.
2. Model faktor alternatif
Selain model faktor McCall terdapat beberapa model alternatif yang merupakan perkembangan dari model McCall. Seperti yang telah disebutkan pada poin awal bahwa ada dua model alternatif yang dipergunakan, yaitu:
Selain model faktor McCall terdapat beberapa model alternatif yang merupakan perkembangan dari model McCall. Seperti yang telah disebutkan pada poin awal bahwa ada dua model alternatif yang dipergunakan, yaitu:
- Model Evans dan Marciniak
- Model Deutsch dan Willis.
Kualitas perangkat lunak adalah keberadaan karakteristik dari suatu produk yang dijabarkan dalam kebutuhannya, artinya kita harus melihat terlebih dahulu karakteristik-karakteristik apa yang berhubungan atau tidak dengan kebutuhan-kebutuhan yang diiinginkan oleh pemakai. Karakteristik yang dimaksud yaitu contra-productive characteristics dan neutral characteristic. Sedangkan factor-faktor kualitas perangkat lunak menurut McCall terdiri dari [7] :
- Kebenaran adalah tingkat dimana program memenuhi spesifikasinya dan memenuhi sasaran misi karyawan.
- Reliabilitas adalah tingkat dimana sebuah program dapat diharapkan melakukan fungsi yang diharapkan dengan ketelitian yang diminta.
- Efisiensi adalah jumlah sumber daya penghitungan kode yang diperlukan oleh program untuk melakukan fungsinya.
- Integritas adalah tingkat dimana akses ke perangkat lunak atau data oleh orang yang tidak berhak dapat di kontrol.
- Usabilitas adalah usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan input, dan mengintrepretasikan output suatu program.
- Maintanabilitas adalah usaha yang diperlukan untuk mencari dan membetulkan kesalahan pada sebuah program.
- Flexibilitas adalah usaha yang diperlukan untuk memodifikasi program operasional.
- Testabilitas adalah usaha yang diperlukan untuk menguji sebuah program untuk memastikan apakah program melakukan fungsi – fungsi yang dimaksudkan.
- Portabilitas adalah usaha yang diperlukan untuk memindahkan program dari satu perangkat keras dan atau lingkungan.
- Reusabilitas adalah tingkat dimana sebuah program ( bagian dari suatu program ) dapat digunakan kembali di dalam aplikasi lain.
- Interperabilitas adalah usaha yang diperlukan untuk merangkai satu sistem dengan yang lainnya.
No comments:
Post a Comment