Wednesday, April 8, 2015

ERD

Pengertian Menurut Entity Relationship Diagram (ERD)
          Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database.
Apakah komponen yang terbentuk didalam Entity Relationship Diagram (ERD)?
Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen yang akan dibentuk yaitu :
a. Entitas
Pada post sebelumnya mengenai basis data telah dijelaskan sedikit tentang pengertian entity (entitas) yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.
Contoh : Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.
b.  Hubungan (relasi/relationship)
Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.
Contoh : Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.
c.  Atribut
Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis-jenis atribut :
  • Atribut Key
Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data ( Row/Record ) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama
Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya
  • Atribut simple
atribut yang bernilai atomic, tidak dapat dipecah/ dipilah lagi
Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.
  • Atribut Multivalue
nilai dari suatu attribute yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atrribute yang bersangkutan
Contoh : dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.
  • Atribut Composite
Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.
Contoh : dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang
  • Atribut Derivatif
Atribut yang tidak harus disimpan dalam database Ex. Total. atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus
Derajat relasi atau kardinalitas rasio
Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya
  • One to One (1:1)
    Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
  • One to many (1:M / Many)
    Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
  • Many to Many (M:M)
    Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya
Simbol-simbol untuk membuat diagram ERD:


DDL


DDL atau Data Definition Language adalah kumpulan perintah pada sql yang berfungsi atau digunakan digunakan untuk membuat, mengubah dan menghapus struktur atau definisi tipe data dari objek-objek yang ada pada database.

Pada DDL terdapat perintah-perintah untuk  membuat, mengubah ataupun menghapus, berikut perintah-perintah dan penjelasannya :
1. Perintah untuk membuat / meng-create :
·         Create Database : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat database baru
·         Create Function : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat fungsi.
·         Create Index : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat index.
·         Create Procedur : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat prosedure.
·         Create Table : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat tabel baru.
·         Create Trigger : merupakan perintah yang berfungsi untuk membuat trigger.
2. Perintah untuk merubah / memanipulasi :
·         Alter table : merupakan perintah yang berfungsi untuk merubah struktur tabel.
3. Perintah untuk menghapus :
·         Drop Database : merupakan perintah yang berfungsi untuk menghapus database.
·         Drop Table : merupakan perintah yang berfungsi untuk menghapus tabel.
Contoh perintah DDL :
 DROP nama_databes;
ALTER TABLE nama_tabel ADD JUMLAH INTEGER;

DML

DML atau Data Manipulation Language adalah kumpulan perintah query yang digunakan untuk memanipulasi data dalam tabel, seperti menambah, merubah atau menghapus data. Perintah ini tidak terkait dengan struktur dan metadata dari objek-objek yang berada pada tabel-tabel database.

Pada DML terdapat perintah-perintah untuk memanipulasi data, berikut perintah-perintah dan penjelasannya :
·         Insert : merupakan perintah yang berfungsi untuk menambah / memasukan data atau record pada database.
·         Delete :  merupakan perintah yang berfungs untuk menghapus data pada database.
·         Update : merupakan perintah yang berfungs untuk merubah atau memperbaharui data pada database.
·         Call : 
·         Do : 
·         Handler : 
·         Load Data Infile :
·         Replace : 
·         Select : merupakan perintah yang berfungs untuk melihat atau menampilkan data pada database.
·         Truncate :
Contoh perintah DML :
 INSERT INTO nama_table VALUES ('123456','DONI','JAKARTA');
UPDATE nama_table SET NAMA='BUDI' WHERE ALAMAT='JAKARTA');

 AGGREGASI

1. AVG() Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai rata-rata sekelompok nilai dari sebuah kolom (field) numerik. 
Perintah umum: SELECT AVG(nama_field) From nama_tabel
2. COUNT() Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai jumlah data (baris/record) dari sekelompok data tabel maupun view. 
Perintah umum : SELECT COUNT(nama_field) From nama_tabel
3. MAX() Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai tertinggi sekelompok nilai dari sebuah kolom (field) numerik. 
Perintah umum : SELECT MAX(nama_field) From nama_tabel
4. MIN() Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai terendah dari sebuah kolom (field) numerik.
Perintah umum : SELECT MIN(nama_field) From nama_tabel
5. SUM() Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai total jumlah sekelompok dari sebuah kolom (field) numerik. 
Perintah umum : SELECT SUM(nama_field) From nama_tabel
6. ROUND() Fungsi ini digunakan untuk melengkapi bidang numerik dengan jumlah desimal yang ditentukan. 
Perintah: SELECT ROUND(nama_field,jumlah_decimal) From nama_tabel
7. STDDEV_POP() Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart deviasi populasi. 
Perintah umum: SELECT STDDEV_POP(nama_field) From nama_tabel
8. VAR_POP() Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart varian populasi. 
Perintah umum : SELECT VAR_POP(nama_field) From nama_tabel

GROUPING

1. Order By
Order by adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan data secara
terurut berdasarkan nilai tertentu. Order by dikelompok menjadi 2 jenis yaitu
ascending (data diurutkan dari yang terkecil ke terbesar) dan descending(data
diurutkan dari yang terbesar ke terkecil).
Perintah umum : SELECT *FROM(nama_tabel) ORDER BY atribut ASC/DESC

2. Group By
Group by merupakan perintah yang digunakan untuk mengelompokan beberapa data pada perintah SELECT;
Perintah Umum : SELECT *FROM(nama_tabel) GROUP BY atribut;

3. Having
Fungsi Having terkait dengan GROUP BY dan AGREGASI. Biasanya digunakan untuk
menentukan kondisi tertentu pada group by dan kondisi tersebut berkaitan dengan fungsi agrgasi. Fungsi HAVING sebenarnya memiliki kemiripan dengan WHERE dalam
penggunaannya. HAVING digunakan dalam SQL karena WHERE tidak dapat digunakan dengan fungsi agregasi.
Perintah Umum: SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi_agregasi: